River Plate Tumbang dari Aldosivi, Coudet Sebut Laga Ini Memalukan
River Plate tersingkir tragis dari Copa Argentina setelah kalah telak dari Aldosivi. Pelatih Eduardo Coudet menyebut penampilan timnya sangat memalukan.
Para pemain River Plate tertunduk lesu setelah menelan kekalahan dari Aldosivi
Lini Pertahanan Tampil Buruk
Pertahanan River Plate tampil sangat rapuh sepanjang pertandingan. Giovanni Gonzalez yang menjalani debut resmi gagal mengawal sisi kanan pertahanan dengan baik. Pergerakan lambat dari kapten Lucas Martinez Quarta juga membuat penyerang Aldosivi dengan mudah mencetak gol.
Kiper Santiago Beltran tidak mampu berbuat banyak menghadapi gempuran lawan. Gol ketiga Aldosivi tercipta akibat bola muntah dari tepisan Beltran yang mengarah ke tengah kotak penalti. Koordinasi lini belakang yang buruk ini menjadi penyebab utama Kekalahan telak tim.
Strategi Coudet Gagal Total
Pelatih Eduardo Coudet melakukan pergantian pemain sebelum babak pertama usai. Langkah ini diambil setelah tim tertinggal dua gol terlebih dahulu. Namun taktik darurat tersebut tidak mampu mengubah jalannya laga karena pemain pengganti tampil kurang kreatif.
Cedera yang menimpa penyerang andalan Driussi memperparah situasi tim. Masuknya Lucas Beltran dan Mauro Arambarri tidak memberikan dampak besar di lini depan. Skuad River Plate terlihat kebingungan dan kehilangan arah permainan saat ditekan lawan.
Rapor Pemain Pertandingan Ini
Hanya sedikit pemain yang mendapatkan penilaian positif pada pertandingan kali ini. Pemuda berbakat Lautaro Pereyra menjadi pemain terbaik River Plate setelah masuk dari bangku cadangan. Keberanian Pereyra dalam melewati lawan memberikan sedikit angin segar di lini serang.
Sementara itu, Rafael Santos Borre mencetak gol hiburan bagi tim jelang akhir laga. Borre memanfaatkan bola liar hasil tekanan konstan yang ia lakukan di area pertahanan lawan. Namun gol terlambat tersebut tidak mampu menyelamatkan River Plate dari eliminasi.
Apakah Eduardo Coudet mampu membawa River Plate bangkit pada sisa kompetisi musim ini? Manajemen klub masih memiliki waktu untuk mendatangkan pemain baru sebelum bursa transfer ditutup. Mampukah sang pelatih membenahi kreativitas lini tengah yang terlihat sangat tumpul?