Paul Scholes Kritik Keras Gaya Main Harry Kane Lawan Argentina
Paul Scholes mengkritik Harry Kane yang terlalu sering turun ke lini tengah saat Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia.
Kekecewaan Harry Kane setelah kekalahan semifinal Piala Dunia melawan Argentina
Kritik Tajam Lini Tengah
Paul Scholes mengaku kesal melihat pergerakan Harry Kane yang terlalu jauh meninggalkan posisinya sebagai penyerang tengah. Menurut Scholes, aksi Kane tersebut justru mengacaukan pembagian peran di dalam lapangan. Gelandang Inggris seharusnya berani menegur sang kapten agar tetap berada di lini depan.
Scholes menegaskan, "Jika saya terus melihat penyerang tengah berada di belakang saya, saya akan benci itu. Saya ingin penyerang tengah saya bermain sebagai penyerang tengah." Dia menilai Elliot Anderson dan Declan Rice wajib meminta Kane kembali ke depan guna membongkar pertahanan lawan.
Kekecewaan Terbesar Kane
Inggris sebenarnya sempat memimpin kedudukan lebih dulu lewat gol Anthony Gordon. Namun Argentina mampu membalikkan keadaan berkat gol larut dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Kekalahan menyakitkan ini memupus harapan anak asuh Thomas Tuchel untuk melaju ke partai final.
Harry Kane mengaku sangat terpukul dengan kegagalan skuad Tiga Singa di turnamen bergengsi ini. Kane berkata, "Kami sudah sangat dekat dengan final lainnya tetapi itu tidak cukup." Dia menambahkan bahwa tim telah memberikan segalanya selama tujuh minggu terakhir namun masih kehilangan potongan puzzle terakhir untuk menjadi juara.
Sorotan Taktik Thomas Tuchel
Kritik publik kini tidak hanya mengarah kepada Kane melainkan juga tertuju pada manajer Inggris Thomas Tuchel. Taktik defensif pelatih asal Jerman tersebut dinilai menjadi bumerang bagi tim. Eks asisten pelatih Inggris Jimmy Floyd Hasselbaink ikut mempertanyakan keputusan Tuchel mengubah formasi di tengah laga.
Hasselbaink menilai pelatih sebelumnya tidak akan gegabah menerapkan formasi lima bek saat laga menyisakan 25 menit. Perubahan strategi tersebut justru membuat Inggris kesulitan keluar dari tekanan Argentina. Keputusan Tuchel merombak formasi dinilai menghilangkan agresivitas lini serang untuk menekan pertahanan lawan.
Akankah Thomas Tuchel mengubah pendekatannya setelah gelombang kritik pasca Piala Dunia ini? Publik Inggris kini menuntut evaluasi total dari tim kepelatihan. Mampukah Harry Kane mempertahankan posisinya sebagai penyerang utama pada turnamen berikutnya?