Kisah Reuni Lionel Scaloni dan Luis De la Fuente di Final
Lionel Scaloni akan menghadapi mantan gurunya Luis De la Fuente di final. Keduanya memiliki hubungan erat sejak kursus kepelatihan UEFA Pro 2017.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni dan pelatih Spanyol Luis De la Fuente memberikan instruksi dari pinggir lapangan
Hubungan Murid dan Guru
Hubungan erat kedua pelatih ini bermula pada tahun 2017 saat Scaloni mengambil kursus lisensi UEFA Pro. Luis De la Fuente saat itu bertugas mengajar materi taktik dan sistem permainan di Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Mantan Direktur Sekolah Pelatih Ginés Meléndez mengingat Scaloni sebagai murid yang sangat rajin.
Scaloni selalu duduk di barisan paling depan selama proses pembelajaran di kelas. Dia belajar bersama nama-nama besar lain seperti Fernando Redondo, Javier Saviola, Leo Franco, dan Julio César. Namun prestasi Scaloni sebagai pelatih kini melampaui rekan-rekan seangkatannya tersebut.
Saling Lempar Pujian Berkelas
Kedua juru taktik ini tidak ragu melempar pujian menjelang pertandingan besar tersebut. Scaloni mengaku sangat menyukai pendekatan personal yang dilakukan oleh mantan gurunya itu. Scaloni berkata, "Selain menjadi guru saya di kursus pelatih, saya memiliki hubungan khusus dengannya karena saya menyukai kedekatannya."
Diskusi Rahasia Setelah Qatar
Scaloni mengungkapkan pernah melakukan diskusi intim dengan De la Fuente setelah gelaran Piala Dunia di Qatar. Percakapan tersebut terjadi dalam sebuah forum pelatih resmi. Scaloni memberikan beberapa saran penting yang kemudian diterapkan oleh De la Fuente di timnas Spanyol.
De la Fuente juga memuji balik kualitas yang dimiliki oleh mantan anak didiknya tersebut. Pelatih Spanyol itu menegaskan bahwa Scaloni memiliki sikap dan minat yang sangat besar untuk berkembang. De la Fuente berkata, "Lionel adalah murid yang sangat rajin dengan banyak sikap dan minat. Menjadi gurunya adalah sebuah kebanggaan."
Pertandingan ini menjadi pembuktian taktik tingkat tinggi antara dua generasi pelatih top dunia. Argentina datang dengan modal kuat setelah meraih serangkaian trofi bergengsi dalam beberapa tahun terakhir. Spanyol juga tampil luar biasa dengan gaya bermain yang impresif di bawah arahan De la Fuente.
Apakah sang murid mampu menumbangkan strategi matang dari sang mantan guru? Pertandingan di New Jersey ini akan menjadi jawaban dari rivalitas sehat kedua pelatih cerdas tersebut. Mampukah Lionel Messi dan kolega mempertahankan dominasi global mereka?