Inggris Sepakati Perjanjian Verbal dengan Guardiola Sebelum Tuchel
FA dikabarkan sempat mencapai kesepakatan verbal dengan Pep Guardiola sebelum akhirnya resmi menunjuk Thomas Tuchel sebagai manajer timnas Inggris.
Pep Guardiola saat memimpin pertandingan di pinggir lapangan sebelum Thomas Tuchel melatih timnas Inggris
Target Utama Sebelum Tuchel
Media olahraga The Athletic melaporkan bahwa FA sangat ingin menjadikan Pep Guardiola sebagai penerus Gareth Southgate. Kedua pihak sempat berkomunikasi intensif menjelang akhir masa jabatan pelatih sementara Lee Carsley. Guardiola memberikan persetujuan lisan sebelum mengubah keputusan tersebut di saat-saat terakhir.
Kegagalan mendaratkan Guardiola memaksa FA mengalihkan bidikan mereka kepada Thomas Tuchel. Pelatih asal Jerman tersebut resmi bertugas mulai 1 Januari 2025 untuk memimpin kampanye kualifikasi. Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas tim yang sedang bersiap menghadapi turnamen besar dunia.
Kiprah Inggris di Turnamen
Thomas Tuchel berhasil membawa timnas Inggris melaju mulus selama babak kualifikasi dengan menyapu bersih delapan kemenangan. Tim Tiga Singa juga tampil meyakinkan di fase grup hingga babak gugur. Langkah mereka baru terhenti setelah kalah 2-3 dari Argentina pada babak semifinal.
Kekalahan dari Argentina memicu kritik tajam dari publik dan pengamat sepak bola terhadap taktik Tuchel. Gaya bermain defensif Tuchel dinilai terlalu pasif dan mengulang kesalahan era Southgate. Meski demikian, FA menegaskan tetap mempertahankan posisi pelatih asal Jerman tersebut.
Rencana Masa Depan Tim
CEO FA Mark Bullingham menyampaikan rasa kecewa sekaligus apresiasi tinggi terhadap kerja keras seluruh tim. Manajemen memastikan komitmen penuh untuk terus mendukung proyek jangka panjang bersama Tuchel. Di sisi lain, Guardiola kini berstatus tanpa klub setelah resmi meninggalkan Manchester City.
Tuchel menegaskan ambisinya untuk tetap melatih Inggris hingga kompetisi Euro 2028 mendatang. Dia berkata, "Ya, 100%. Masih banyak hal yang harus ditingkatkan dan saya sangat bahagia melakukannya." Inggris kini harus mengalihkan fokus untuk menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga.
Apakah keputusan FA mempertahankan Thomas Tuchel sudah tepat bagi masa depan timnas Inggris? Publik tentu akan terus membandingkan pencapaian Tuchel dengan bayang-bayang Pep Guardiola. Bagaimana prospek taktik Inggris dalam menghadapi laga-laga Internasional berikutnya?