Gary Lineker Kritik Taktik Thomas Tuchel Usai Inggris Kalah
Gary Lineker mengkritik keras keputusan taktik Thomas Tuchel saat timnas Inggris tersingkir oleh Argentina di semifinal Piala Dunia.
Ekspresi kecewa pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel di pinggir lapangan saat menghadapi Argentina
Kritik Ruang Kosong Messi
Tuchel memasukkan Ezri Konsa, Nico O'Reilly, dan Dan Burn untuk memperkuat pertahanan. Namun strategi bertahan dalam ini justru memberi ruang bagi Lionel Messi untuk mencetak dua assist dari sisi kanan. Lineker berkata, "Saya mendapati hal yang sama sekali tidak masuk akal jika taktik Anda adalah membuat semua orang bertahan dalam menghadapi pemain terhebat."
Messi mendapatkan terlalu banyak ruang bebas untuk mengalirkan bola ke kotak penalti Inggris. Lineker menilai para pemain bertahan Inggris sama sekali tidak memberikan kawalan ketat kepada kapten Argentina tersebut. Akibatnya lini pertahanan Tiga Singa dengan mudah runtuh oleh kreativitas serangan lawan.
Masalah Mentalitas Ketakutan
Mantan gelandang Inggris Joe Cole turut menyoroti mentalitas negatif skuad asuhan Thomas Tuchel. Inggris tercatat hanya menguasai 12% penguasaan bola setelah berhasil mencetak gol terlebih dahulu. Cole menilai ketakutan akan kegagalan kembali melumpuhkan permainan kolektif Timnas Inggris.
Kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga kalinya secara berturut-turut bagi Inggris di semifinal Piala Dunia. Rasa panik kerap melanda para pemain saat kemenangan sudah berada di depan mata. Menurut Cole masalah mendasar ini bersumber dari arahan dan pendekatan mental sang manajer.
Dukungan Penuh FA
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap memberikan dukungan penuh kepada Thomas Tuchel untuk bertahan. Tuchel memiliki kontrak resmi untuk menukangi Tiga Singa hingga berakhirnya Euro 2028. Manajemen FA menegaskan tidak ada perubahan rencana terkait masa depan pelatih asal Jerman tersebut.
Skuad Inggris kini telah terbang kembali ke markas latihan mereka di Kansas City setelah laga melelahkan di Georgia. CEO FA Mark Bullingham memuji kerja keras seluruh pemain dan staf pelatih sepanjang turnamen. Bullingham berkata, "Sangat memilukan untuk berada begitu dekat, pemain dan Thomas memberikan segalanya."
Apakah Thomas Tuchel mampu membenahi mentalitas runtuh Timnas Inggris sebelum Euro 2028 bergulir? Publik sepak bola Inggris kini mulai meragukan kapasitas sang juru taktik di laga krusial. Mampukah Tiga Singa bangkit dari keterpurukan ini?