Debat Lionel Scaloni, Lebih Hebat dari Menotti dan Bilardo?
Lionel Scaloni membuka debat besar di Argentina. Dia berpeluang melewati pencapaian dua pelatih legendaris, Cesar Luis Menotti dan Carlos Bilardo.
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni memberikan instruksi taktis di pinggir lapangan
Pernyataan Rendah Hati Scaloni
Scaloni sempat mendapat pertanyaan mengenai posisinya dibandingkan dengan pelatih pemenang Piala Dunia terdahulu saat menjuarai Qatar 2022. Pelatih kelahiran Pujato itu langsung menepis anggapan bahwa dirinya sudah sejajar dengan Menotti dan Bilardo. Dia menilai kedua seniornya memiliki rekam jejak karier yang jauh lebih panjang.
Pernyataan tersebut menunjukkan kerendahan hati Scaloni di tengah euforia juara. Namun situasi saat ini menjelang laga final melawan Spanyol sudah jauh berubah. Publik Sepak Bola Argentina mulai melihat statistik luar biasa yang diukir oleh Scaloni.
Era Emas Timnas Argentina
Argentina sedang menikmati salah satu momen terbaik dalam sejarah Sepak Bola mereka. Tim Tango mencatat pencapaian langka dengan menembus tiga final Piala Dunia dalam kurun waktu 12 tahun. Alejandro Sabella memulai tren ini pada 2014, lalu Scaloni melanjutkannya pada 2022 dan 2026.
Catatan ini menyamai era emas Argentina pada periode tahun 1978 hingga 1990. Saat itu Menotti mempersembahkan trofi pada 1978. Bilardo kemudian melanjutkan tongkat estafet dengan membawa Argentina juara pada 1986 dan menjadi runner-up pada 1990.
Peluang Ukir Rekor Baru
Scaloni sudah memberikan tiga gelar bergengsi berturut-turut untuk publik Amerika Selatan. Gelar tersebut mencakup dua trofi Copa America pada 2021 dan 2024 serta satu trofi Piala Dunia 2022. Hanya Spanyol yang mampu menyamai prestasi serupa di Eropa pada periode 2008 hingga 2012.
Argentina berpeluang mempertahankan gelar juara dunia secara berturut-turut pada hari Minggu ini. Rekor back-to-back juara dunia baru pernah diraih oleh Italia dan Brasil. Catatan ini akan menempatkan Scaloni di atas para pendahulunya.
Mampukah Scaloni membawa Argentina memenangkan laga final melawan Spanyol besok? Sejarah besar Sepak Bola dunia sedang mempertaruhkan namanya. Apakah publik dunia akan sepakat menyebutnya sebagai pelatih terbesar Argentina?