Colapinto Unjuk Gigi, Tembus Posisi 7 di FP2 GP Belgia
Franco Colapinto tampil memukau pada sesi latihan bebas GP Belgia dengan mengamankan posisi ke-7 pada sesi kedua.
Pembalap Alpine Franco Colapinto memacu mobilnya di sirkuit Spa-Francorchamps saat sesi latihan bebas GP Belgia.
Performa Impresif Colapinto
Franco Colapinto mencatatkan waktu terbaiknya pada sesi latihan bebas kedua (FP2) dengan raihan 1m47s. Catatan ini jauh lebih tajam daripada sesi pertama (FP1) saat ia hanya mengemas waktu 1m49s403. Rekan setimnya Pierre Gasly justru tampil lebih lambat dalam dua sesi tersebut.
Colapinto mengaku sangat puas dengan performa mobil pasca sejumlah perubahan setelan. Pembalap muda ini merasa makin nyaman dan kompetitif di lintasan Spa-Francorchamps. Namun ia menegaskan timnya harus terus bekerja keras menjelang sesi kualifikasi.
Kecelakaan Fatal Gasly
Sesi latihan bebas kedua sempat terhenti akibat bendera merah. Rekan setim Colapinto yaitu Pierre Gasly mengalami kecelakaan hebat setelah menabrak dinding pembatas lintasan. Insiden ini memaksa Gasly menyudahi sesi lebih awal karena kerusakan parah.
Gasly mengaku kehilangan kendali penuh pada bagian belakang mobilnya sebelum kecelakaan terjadi. Sayap belakang mobil Alpine miliknya terlepas total dan suspensi kanan belakang hancur. Tim mekanik kini berpacu dengan waktu untuk memperbaiki mobil tersebut.
Hasil Lengkap Latihan
Max Verstappen dan Andrea Kimi Antonelli bergantian memimpin dalam dua sesi latihan bebas awal ini. Persaingan di baris depan makin sengit menjelang babak kualifikasi utama. Sejumlah pembalap masih mencari setelan terbaik untuk menaklukkan sirkuit legendaris ini.
Tim Alpine menunjukkan sinyal positif lewat performa Colapinto di lintasan yang cepat. Data dari dua sesi latihan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi strategi Balapan esok hari.
Apakah Franco Colapinto mampu mempertahankan performa impresif ini hingga babak kualifikasi nanti? Tantangan besar masih menanti di sirkuit Spa-Francorchamps yang terkenal tidak terprediksi. Mampukah sang pembalap Argentina membawa Alpine meraih poin krusial?